Tarif Parkir Konser Dangdut Mencekik, Netizen: "Tukangnya Bisa Naik Haji Tuh", Heladalah

Konser dangdut tarifnya segini? Yakin masih mau nonton?


Salah satu kekayaan budaya di negeri kita ini, salah satunya ialah musik dangdut.

Ulasan terkait : Hanya dengan Jawab 2 Pertanyaan Ini, Ternyata Kemampuan Intelektualmu Bisa Ditentukan Lho

Musik yang ditetapkan sebagai musik yang paling merakyat ini memang banyak menarik minat pendengar setianya.

Meskipun mereka yang mengaku tak menyukainya, jika diputarkan musik tersebut pasti akan bergoyang juga. Haha...

Pun kini konser dangdut masih menjadi sarana hiburan idaman bagi sebagian masyarakat. Kemeriahan selalu ada tiap kali konser dangdut dihelat di suatu daerah.

Hal itu ternyata dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk meraup keuntungan dengan segala cara. Salah satunya dengan memberlakukan tarif parkir kendaraan bermotor `selangit` alias mahal.

Umumnya para petugas parkir dadakan hanya akan mematok tarif berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000. Tetapi tarif parkir konser dangdut di Pati, Jawa Tengah, sungguh kelewat batas.

Betapa tidak? Tarif parkir itu mencapai Rp30 ribu. Jelas ini nominal yang besar untuk pengendara motor, bahkan melebihi tarif parkir mall besar di Jakarta.

Kabar ini disampaikan pengguna Facebook ‎Muhammad Asroni‎ yang mengunggah postingannya di grup Kumpulan Anak Asli Pati, Ia menyebutkan tukang parkirnya bisa naik haji dengan memasang tarif sebesar itu.


" JUDUL E BAKALAN DUKUH SEKTI BERGOYANG TUKANG PARKIR NAIK HAJI

Sopo om tante seng mau nonton dangdut nok bakalan dukuhsekti parkir e jos tenan

Spd motor 30 ribu

Mobil 150 ribu

Truk 300 ribu

Pejalan kaki 10 - 15 ribu

Joss tenan viral suwe2 ngko"

Terjemahan:

" JUDUL NYA BAKALAN DUKUH SEKTI BERGOYANG TUKANG PARKIR NAIK HAJI

Siapa om tante yang tadi nonton dangdut di bakalan Dukuhsekti parkir nya jos banget

Spd motor 30 ribu

Mobil 150 ribu

Truk 300 ribu

Pejalan kaki 10 - 15 ribu

Joss banget bisa viral lama-lama nanti"

Seperti begitu yang ditulis oleh Muhammad Asroni‎. Posting-an tersebut sontak ramai dan mendapat banyak tanggapan dari netizen, sebagian besar dari mereka merasa kaget. Bahkan sudah ada 500 lebih komentar di sana.

Sementara itu, akun facebook bernama Lebah yang diketahui berperan sebagai pihak penyelenggara, segera memberikan klarifikasi mengenai mahalnya tarif parkir ini.

Ia menuliskan beberapa keterangan di kolom komentar postingan facebook Muhammad Asroni‎.

" Klarifikasi kabar miring New Pallapa bersama Makoba
(Monggo dibaca pelan-pelan)

1. Makoba (Manunggale konco2 Bakalan) ingin menghibur penikmat musik, dan terkhusus warga desa Bakalan.

2. Biaya penyelenggaraan SEPENUHNYA HANYA DITANGGUNG 100 DONATUR UTAMA (masing2 1jt rupiah) + pengusaha se desa Bakalan.

3. 100 donatur tersebut mendapatkan 1 kaos (kursi VVIP) + 8 tiket (kursi VIP) yg dapat digunakan oleh saudara/teman para donatur.

4. Panitia tidak pernah mengkomersialkan/menjual tiket VIP untuk umum.

5. Apabila para donatur menjual kembali tiket miliknya, itu sepenuhnya hak pemilik tiket dan diluar tanggung jawab panitia.

6. Parkir sudah dilelang (ditebas) senilai 16jt rupiah, dg kesepakatan parkir ditempatkan di sekitar lapangan, biaya sewa tempat dibebankan kpd penebas parkir.

7. Untuk harga tiket parkir yg dinilai terlalu mahal oleh sebagian kalangan dan tekhnis parkir yg diluar kesepakatan, kami dari panitia meminta maaf karena kurang koordinasi dengan petugas parkir dan tidak membuat kesepakatan soal harga tiket parkir terlebih dulu.

8. Panitia diijinkan menutup jalan utama, selama acara berlangsung, pengguna jalan dipersilahkan lewat jalur alternatif (kalikalong - dumpil - penggung - ngagel).

Dan lagi-lagi Panitia harus meminta maaf atas ketidak nyamanan tersebut.

Jadi, kabar tentang tiket yang dikomersilkan dan panitia memalak jalan dengan dalih parkir karena kekurangan dana sama sekali tidaklah benar.

Nyinyiran, paidonan, dan hinaan bagi panitia sudah dianggap sego dudoh (wes biasa)

Panitia sangat menerima kritik yang membangun, dan sangat mengharapkan saran atau solusi untuk evaluasi bagi kami.

Terlepas dari segala khilaf, kesalahan, dan ketidaknyamanan yg kami lakukan, semuanya kembali pada poin pertama. salam SNP"


Ulasan terkait : Gara-gara Tulis Martabak Telor di Akun Facebook, Polisi Geram dan Mengamankan Pria Ini

Lantas siapa yang harus disalahkan? Jelasnya jangan sampai terjadi kerusuhan dan semoga tak terjadi lagi hal-hal semacam ini.



Sumber:wajibaca
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==