Tanpa Sadar, Maksiat Adalah Sumber Berbagai Macam Penyakit, BahkanHadist Pun Membenarkannya

Sadarkah jika kemaksiatan bisa menjadi sumber berbagai macam penyakit? Bukan hanya ucapan belaka, namun hadist pun membenarkannya.


Maksiat dari segi bahasa bermakna durhaka dari segi istilah ialah perbuatan yang membawa dosa yaitu yang bertentangan dengan akidah, syariat dan ajaran Islam karena melakukan larangan Allah dan Rasulnya.

Also read : Orang Mati Dalam Keadaan Berhutang, Ruhnya Ikut Dengan Hutangnya Sebelum Dilunasi


Maksiat bisa merusak agama, iman, akhlak, kemuliaan diri dan kesejahteraan individu, keluarga, masyarakat, negara dan umat secara keseluruhan.

Ada sebuah perumpamaan yang menggambarkan pengaruh maksiat atas iman, yaitu bahwasanya iman itu seperti pohon besar yang rindang.

Maka akar-akarnya adalah tashdiq (kepercayaan) dan dengan akar itulah ia hidup, sedangkan cabang-cabangnya adalah amal perbuatan.

Dengan cabang itulah kelestarian dan hidupnya terjamin. Semakin bertambah cabangnya maka semakin bertambah dan sempurna pohon itu, dan jika berkurang maka buruklah pohon itu.

Lalu jika berkurang terus sampai tidak tersisa cabang maupun batangnya maka hilanglah nama pohon itu. Manakala akar-akar itu tidak mengeluarkan batang-batang dan cabang-cabang yang bisa berdaun maka keringlah akar-akar itu dan hancurlah ia dalam tanah.

Begitu pula maksiat-maksiat dalam kaitannya dengan pohon iman, ia selalu membuat pengurangan dan aib dalam kesempurnaan dan keindahannya, sesuai dengan besar dan kecilnya atau banyak dan sedikitnya kemaksiatan tersebut.

Pun telah banyak dalil, baik  dari Al Qur’an dan As Sunnah, serta dari berbagai fakta di alam semesta, yang menunjukkan bahwa kemaksiatan adalah salah satu penyebab terjadinya berbagai petaka dan penyakit. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian adzab yang dekat/kecil (di dunia) sebelum adzab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar “ (As Sajdah:21)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,

Yang dimaksud dengan adzab dekat atau kecil ialah berbagai musibah yang terjadi di dunia, penyakit dan petaka yang Allah timpakan kepada hamba-hamba-Nya, agar mereka bertaubat” (Tafsir Ath Thabari dn Tafsir Ibnu Katsir)

Pada ayat lain Allah Ta’ala berfirman,

مَن يَعْمَلْ سُوءاً يُجْزَ بِهِ

Barangsiapa yang mengerjakan kejelekan, niscaya ia akan diberi balasan dengannya“ (An Nisa’:123)

Qatadah rahimahullah berkata, “ Telah sampai kepada kami bahwa tidaklah ada seseorang yang tergores oleh ranting, atau terkilir kakinya atau terpelintir uratnya, melainkan akibat dari dosa yang ia perbuat” (Tafsir Ath Thabari)

Pada suatu hari ada seseorang yang bertanya kepada sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas di hadapan sahabat Usamah bin Zaid tentang penyakit atau wabah tha’un, maka sahabat Usamah bin Zaid mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjelaskan tentang hal itui dengan sabdanya,

Sesungguhnya penyakit itu adalah kotoran yang dengannya Allah mengadzab sebagian umat sebelum kalian, kemudian tersisa di bumi, kadangkala ia hilang dan kadangkala ia datang kembali” (Muttafaqun ‘alaihi)

Tidak mengherankan bila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa salah satu hikmah dari setiap musibah yang menimpa seseorang muslim ialah untuk menghapuskan kesalahan dan dosanya.

Tidakalah seorang muslim ditimpa rasa letih, rasa sakit, gundah pikiran, rasa duka, gangguan dan kebingungan sampai-sampai duri yang menusuknya, melainkan akan Allah hapuskan sebagian dari kesalahannya” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dengan penjelasan singkat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa perbuatan makisat adalah salah satu penyebab datangnya berbagai penyakit, baik sebagi balasan atau sebagai teguran kepada pelakunya agar ia kembali kepada jalan yang benar dan bertaubat dari kemaksiatan.

Di antara kemaksiatan yang sering menjadi biang munculnya berbagai penyakit baru ialah perbuatan zina, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Tidaklah perbuatan zina merajalela di suatu kaum, hingga mereka berterang-terangan ketika melakukannya, melainkan akan ada pada mereka berbagai wabah (tha’un) dan penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebeleum mereka”.


Also read : Tata Cara Shalat Dhuha yang Praktis dan Lengkap

Dan pada sebagian jalur hadits yang lain dinyatakan, “Tidaklah perbuatan zina merajalaleadi suatu kaum, melainkan akan banyak kematian di tengah-tengah mereka” (H.R Hakim, shahih)

Ummul mukiminin Maimunah radhiyallahu ‘anha mengisahkan bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Umatku senantiasa dalam keadaan baik, selama anak hasil perzinaan belum merajalela di tengah-tengah mereka.

Bila anak hasil zina telah merajalela di tengah-tengah mereka, maka tidak lama lagi Allah akan menimpakan siksa-Nya kepada mereka semua” (H.R Ahmad, hasan).


Maka untuk mencegah dari berbuat maksiat maka kita harus memperbanyak dzikir, dan memperkuat ibadah, shalat harus terus diperbaiki, tahajud dilakukan dengan lebih baik dan shaum dipertahankan.

Karena jika dzikir kita lemah maka nafsu yang akan bertambah, jika dzikir kita lemah maka amarah dan syahwatlah yang akan meningkat.


Sumber:wajibaca
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==