Ketika Hati Meletup Ingin Berselingkuh, Tanyakan Terlebih Dulu Hal Ini Kepada Diri Sendiri

Selingkuh itu indah, selingkuh itu menantang, selingkuh itu jantan. Benarkah? Sudah siap bertanya hal ini pada hatimu?


Mempertahankan sebuah hubungan atau pernikahan menjadi tugas yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan besar.

Also read : Nikahnya Aneh Banget? Apa-apa Dipisah, Tapi Malah Banyak yang Ingin Menirunya

Terlebih lagi mempertahankannya dari godaan perselingkuhan. Orang yang menyatakan bahwa selingkuh itu indah hanyalah orang yang sedang menjalaninya.

Pasangan yang diselingkuhi tentunya tidak merasakan bahwa hal itu indah. Ia akan merasakan derita dan sakit hati karena dikhianati oleh orang yang dicintai dan dipercaya.

Banyak pula orang yang beranggapan bahwa jika tidak melibatkan fisik, itu berarti dirinya tidak selingkuh.

Namun selingkuh dari jarak jauh sekarang ini sudah sangat mungkin berkat adanya media sosial serta telepon genggam. Bertukar pesan mesra tanpa diketahui pasangan pun sudah bisa disebut berselingkuh.

Bagi orang yang masih berpacaran, selingkuh akan menjadi salah satu penyebab putus cinta. Akan tetapi selingkuh akan lebih besar lagi akibatnya bagi orang yang sudah menikah.

Oleh karena itu, meskipun perselingkuhan bisa menghadirkan rasa mendebarkan, semangat, dan menggoda, ketahuilah bahwa selingkuh merupakan awal dari bencana.

"Memang sulit untuk menolak semua perhatian dan perasaan tersanjung yang muncul pada tahap awal selingkuh. Tetapi harus disadari akibatnya," kata Barbara Greenberg, psikolog klinik dan terapis keluarga.

Dalam pernikahan selalu ada pasang surutnya, jadi sebelum engkau tergoda menuruti keinginan selingkuh tanyakan pada diri sendiri empat hal ini:

1. Apa akibatnya


Hal pertama yang harus dipikirkan adalah apa yang terjadi jika perselingkuhan ini terbongkar, karena kemungkinannya sangat besar. Renungkan dengan baik bagaimana permainan ini akan berakhir.

"Kebanyakan orang yang selingkuh adalah mereka yang kesepian dan bosan. Mereka mungkin tidak merasa dihargai atau dianggap dalam hubungan itu.

Pada kondisi itu memulai 'hubungan baru' terasa menyenangkan, tetapi bukan solusi sebenarnya dari rasa kesepian dalam hubungan yang sudah dijalani," kata Kathryn Smerling, terapis keluarga dan pernikahan.

2. Apakah saya siap untuk dua kehidupan


Menyimpan sebuah rahasia bisa mendatangkan kecemasan. Karena seseorang terus menerus takut ketahuan dan merasa sudah terlalu jauh melangkah, dirimu pasti juga berharap tidak pernah memulainya.

"Melakukan segala hal dengan sembunyi-sembunyi bisa membuat stres dan rasa cemas. Kita bahkan jadi pandai berbohong untuk menjaga dua kehidupan ini tidak saling mencampuri.

Pertimbangkan apakah perselingkuhan itu layak," kata Greenberg.

3. Bagaimana jika tak sesuai harapan?


Ketika seseorang merasa dikhianati, ia akan merasa hancur. Hal ini akan dialami oleh tiga orang yang terlibat dalam hubungan itu: dirimu, pasangan, dan orang ketiga.

Jika pasangan selingkuhan menjadi terobsesi dengan dirimu, kondisinya bukan hanya menyebalkan tapi juga berbahaya. "Obsesi bisa membuat seseorang punya keinginan balas dendam, termasuk merusak hubungan utama yang sudah dijalani," kata Greenberg.

Pada saat yang sama, pengkhianatan pada kepercayaan yang pasangan berikan akan melukai hatinya, dan juga bisa membuatnya melakukan hal-hal nekat, termasuk membalas ulahmu dan selingkuhan.

4. Adakah pintu keluar?


Walau pada awalnya dirimu merasa dipuja, mendapat perhatian, dan kesenangan, hal itu lama-lama akan pudar dan terasa biasa saja. Ingatlah bahwa sesuatu yang menggoda tak selalu permanen dan sehat.

"Mungkin yang permanen adalah hancurnya keluarga dan perasaan aman," kata Greenberg.

Pada sebagian kasus, orang yang berselingkuh secara sadar atau tidak sadar ingin keluar dari hubungannya.

Tetapi, berselingkuh bukan cara melakukannya. Jika semua upaya menyelamatkan hubungan menemui jalan buntu, tak ada salahnya mengakhiri hubungan dengan baik-baik.

"Bicara dengan jujur pada pasangan adalah cara yang lebih baik. Dirimu mungkin takut kehilangan keluarga, stabilitas, bahkan reputasi.

Tetapi mengakhiri hubungan yang lama sebelum memulai yang baru akan menghindari rasa sakit dan drama," katanya.

Walaupun tidak melibatkan perbuatan fisik seperti berzina, namun pihak yang berselingkuh juga bisa melakukan zina hati.

Orang yang tidak ingat tentang cara menjaga kesehatan hati dan cara menjaga pandangan mata akan mudah mengalami hal tersebut.

Apalagi jika sampai melibatkan hubungan fisik dengan selingkuhannya, maka sudah jelas bahwa selingkuh itu adalah berzina.

Ada beberapa dalil dalam agama Islam tentang perzinaan yang dimulai dari perselingkuhan:

Firman Allah dalam Al Qur’an tentang zina telah disebutkan dalam surat berikut ini:

Dan janganlah kalian mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al – Isra’ 32)


Also read : "Ketika Ayahku Wafat dan Hal Aneh Terjadi, Ternyata Penyebabnya Karena Shalawat 100 Kali Sebelum Tidur"

Dari kalimat diatas tersebut, sudah jelas bahwa selingkuh adalah perbuatan yang mendekati atau bahkan sama dengan perbuatan zina itu sendiri, maka umat muslim yang baik sudah seharusnya menghindari perbuatan selingkuh tersebut.

Sedangkan Rasulullah SAW juga bersabda melalui hadits yang dituturkan oleh Abu Hurairah RA yaitu:

Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagian dari zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan hal itu tidak bisa dihindari.

Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan akan membenarkan atau mendustakan semuanya. “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Apapun alasan wanita selingkuh dari pasangannya dan penyebab pria selingkuh dari istrinya, perbuatan tersebut tetap tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menurunkan standar moral dan etika.

Terutama secara agama, dimana selingkuh menurut islam itu erat kaitannya dengan berzina.



Sumber:wajibaca
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==