Karena Jika Adab Berdoa Ini Telah Dilakukan, Terkabulnya Harapan Bisa Jadi Sudah di Depan Mata

Jangan asal berharap, inilah 10 adab yang mampu menambah nilai kebaikan dan kesempurnaan berdoamu.


Bukan hanya seseorang yang sedang tertimpa sebuah musibah saja, tapi juga untuk seluruh umat Islam yang masih hidup, dalam keadaan yang masih sehat dan tidak kurang suatu apa pun, semua pun diwajibkan untuk berdoa guna meminta atau bersyukur berkat rahmat yang maha kuasa.

Artikel pilihan : Pernah Meremehkan Orang Lain? Meski Tak Sadar, Awas Jangan Sampai Hal Ini Terjadi

Agar kita diberi keuatan iman dan takwa dan tetap bisa melakukan segala perintah-Nya.

Maka dari itu, doa harus selalu dipanjatkan dalam berbagai keadaan, baik sebelum, saat, maupun selesai shalat, sebelum keluar rumah, sebelum belajar, hingga sebelum dan setelah makan maupun saat masuk ke kamar mandi.

Doa menjadi hal yang begitu lekat dengan kita, terlebih banyak doa-doa sederhana yang sudah kita hapal sedari kecil.

Sebagaimana ibadah lain, berdoa pun perlu diketahui tatacaranya, etikanya, juga keutamaannya, supaya bertambah iman dan kedekatan seorang Muslim kepada Tuhannya.

Allah telah banyak menyebutkan perintah untuk banyak berdoa kepada para hamba-Nya.

Ulama menjelaskan berbagai doa dan adabnya dalam pelbagai kitab.

Doa dan tatacara itu tentu diambil dan disarikan dari pemahaman mereka dari sumber-sumber hadits maupun Al-Quran, serta amaliah ulama terdahulu.

Salah satu penyusun kitab yang berisi kumpulan doa, wiridan, serta etika berdoa adalah Syekh Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam karyanya, Abwabul Faraj.

Sebagai kitab yang memang khusus disusun berisi doa-doa dan amalan-amalan yang bisa diterapkan sehari-hari, Syekh Muhammad Al-Maliki membuka penjelasan kitab ini dengan pentingnya memerhatikan etika berdoa.

Doa yang diperhatikan adabnya akan semakin menambah kesempurnaan doa itu dan menambah nilai kebaikan. Menurutnya, setidaknya ada sepuluh hal yang patut diperhatikan saat seseorang berdoa.

Sepuluh hal tersebut adalah

1. Berdoa pada waktu-waktu yang utama

Disebutkan bahwa doa pada momen istimewa seperti hari Arafah, hari Jumat, hari-hari di bulan Ramadhan, serta waktu sepertiga malam terakhir seusai shalat malam, adalah waktu yang mendapat keutamaan, sebagaimana banyak tercantum dalilnya dalam hadits Nabi.

2. Berdoa di keadaan-keadaan yang diutamakan

Keadaan ini bisa tiba di waktu apapun, seperti saat turun hujan, sebelum dan setelah shalat fardhu di masjid, jelang iqamat, di antara dua khutbah Jumat, atau di saat sujud.

Jika adab yang pertama tadi menyebutkan tentang waktu-waktu yang memang sudah diistimewakan oleh nash, maka keadaan-keadaan ini adalah momen yang mudah ditemui sehari-hari.

3. Menghadap kiblat

Jika memungkinkan, berdoa menghadap kiblat, sembari mengangkat kedua tangan, kemudian mengusap muka setelah berdoa.

Dalam hadits disebutkan yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas RA, bahwa saat berdoa Nabi mendongak ke langit, lalu mengangkat kedua tangan sampai lipatan ketiak beliau terangkat.

4. Lirihkan suara

Melirihkan suara, tidak terlampau keras atau hanya digumamkan dalam hati. Membaca doa dengan lisan ini menambah kemuliaan dan kebaikan lisan kita.

5. Berdoa dengan mudah dan lumrah

Jangan terlalu berfokus pada keindahan bahasa dan sajak doa. Berdoa dengan doa yang mudah dan lumrah diamalkan, daripada terlalu bingung denga keindahan bahasa doa tetapi mengabaikan substansinya. Disarankan menggunakan doa-doa yang lebih mudah dihapal.

6. Merendahkan diri

Merendahkan hati, bersikap tenang, disertai dengan rasa mengagungkan Allah disertai pengharapan kepada-Nya.

7. Jangan hanya berdoa

Hendaknya doa dilanggengkan sebagai sebuah rutinitas, lagi selalu meyakini akan diijabah oleh Allah.

8. Berdoa dengan sungguh-sungguh

Bersikap dengan sungguh-sungguh dalam memohon, jika perlu mengulangnya tiga kali. Kurang elok jika berdoa, tetapi malah minta untuk ditangguhkan.


Artikel pilihan : Ternyata Karena Hal Ini, Wanita Lebih Dianjurkan untuk Shalat di Rumah

9. Biasakan untuk teratur

Mengawali doa dengan menyebut nama Allah, baik dengan zikir, dilanjutkan syukur kepada Allah, kemudian membaca shalawat Nabi. Jangan terburu-terburu langsung memulai doa dengan permohonan.

10. Jauhi penunda doa

Selalu bertobat, menjauhi kezaliman, serta menerima kehadiran Allah dengan tulus. Hal ini adalah kunci taqarrub, kedekatan seorang hamba kepada Allah dan menjadi hal yang pokok dalam terijabahnya sebuah doa.

Itulah beberapa adab doa yang disusun oleh Syekh Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam Abwabul Faraj.

Semoga etika doa ini bisa dengan mudah kita usahakan untuk diamalkan sehari-hari sehingga menjadi penyempurna ibadah kita, dan menjadi wasilah untuk mendekatkan kita kepada Allah. Wallahu a’lam.



Sumber:wajibaca
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==