Alamak, Sudah Beristri, Pria Ini Malah Anuin Bu Guru TK di Hotel, Pengakuannya Bikin ....

Guru merupakan sosok yang sangat mulia.
Sebab, guru merupakan orang yang mendidik, dan bisa menjadikan sebuah bangsa menjadi maju.
Oleh karena itu, segala perilaku seorang guru seharusnya bisa menjadi panutan.
Oleh karena itu, seorang guru tidak selayaknya melakukan perbuatan buruk.

Sebab, hal itu bisa saja memberikan contoh yang buruk bagi muridnya.
Khususnya, terkait dengan perbuatan asusila.
Itu seperti yang baru-baru ini terjadi di Lamongan.
Seorang guru, dan pejabat di Kabupaten Lamongan melakukan perselingkuhan.

Mereka berselingkuh dan telah berkali-kali m3sum serta melakukan hubungan  layaknya suami-istri.
Padahal keduanya sudah punya istri dan suami masing-masing.
Dua oknum tersebut adalah, Rukiyati (49) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di TK di Kecamatan Sekaran dan Widodo (53) Pengawas TK/SD, yang sering disebut sebagai pejabat pengawas sekolah.
Akibat perbuatannya, selain harus menghadapi sanksi tegas, mereka juga dibuat malu atas kelakuan bejatnya usai terjaring razia petugas Satpol PP saat tengah berbuat mesum dan indehoi di Hotel Lima Jaya, Kecamatan Babat, Rabu (12/7/2017).

"Pemeriksaan keduanya (Widodo dan Rukiyati) masih akan dikembangkan," ungkap Kepala Inspektorat Pemkab Lamongan, Agus Suyanto kepada Surya, Jumat (14/7/2017).
Hasil pemeriksaan menyebutkan, bahwa kedua PNS ini memang memiliki hubungan asmara. Bahkan mereka berdua juga mengakui kalau sudah seringkali melakukan hubungan intim di hotel yang sama.
"Ngakunya sudah lebih dari empat kali," beber Agus didampingi Sekretaris Inspektorat, Abdul Muiz.
Menurut Agus, perbuatan bejat tersebut selalu dilakukan dua tenaga pendidik tersebut pada jam-jam masuk kerja alias jam dinas.

Meski apa yang dilakukan antar guru TK dan Pengawas TK/SD ini memang tidak masuk dalam pelanggaran berat.
Namun, keduanya tetap akan dijatuhi sanksi. Tidak sampai dipecat atau turun pangkat.
Tapi karena pelanggarannya katagori ringan, maka akan dijatuhi sanksi peringatan.
Nah, berdasar hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) akan diserahkan ke UPD masing-masing, yakni Dinas Pendidikan.
"Pada ujungnya sanksi itu nanti sepenuhnya berada di tangan bupati," tegasnya.
Dua PNS ini memang tidak bisa mengelak karena tertangkap basah berduaan di kamar hotel.
Mereka juga mengakui semua perbuatan yang masuk indisipliner.
Beda kalau diulang lagi setelah terjaring atau di-BAP, maka sanksinya akan diperberat, bisa dimutasi.
Ditambahkan, pemeriksaan keduanya belum final dan masih terus dikembangan. "Masih dikembangkan," imbuhnya.
Dari pemeriksaan, Widodo mengaku kalau sejatinya rumah tangganya dalam keadaan harmonis.
Dia bilang hanya mengaku sedang apes saja. "Apes Pak," ucapnya, kepada Abdul Muiz.
Informasi yang dihimpun Surya menyebutkan, hubungan asmara antara dua PNS yang sama-sama pendidik dan sudah berkeluarga ini ini sebenarnya sudah lama.
Yakni sejak Widodo tugas di Kecamatan Sekaran, wilayah dimana Rukiyati mengajar.
Kemudian Widodo dimutasi ke Sukodadi, ternyata hubungan keduanya masih berlanjut.
Hingga peristiwa nahas dan apes terjadi, Widodo dan Rukiyati terjaring razia Satpol PP ketika mereka tengah mesum dan melakukan hubungan layaknya suami istri di Hotel Lima Jaya, Kecamatan Babat.
Keduanya memanfaatkan teknologi dan ponsel untuk intens melakukan komunikasi. Termasuk setiap kali mengajak hubungan badan. (Surya/Hanif Manshuri)
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==