Nyatanya Ramalan Kiamat 21 Mei 2011 Meleset Lagi, Tapi Yakinlah Ia Akan Datang Dengan Tiba-Tiba

Sudah tanggal 26 Mei 2011 nih. Ramalan pastur salah satu sekte Kristen di Amerika Harold Camping telah terbukti meleset. Dunia masih terus berputar seperti biasanya. Matahari masih bersinar. Bulan masih menampakkan cahayanya yang teduh. Angin juga masih berhembus sejuk. Semuanya masih terus berjalan seperti apa adanya.

Adalah kewajiban bagi setiap insan yang meyakini adanya Tuhan bahwa kiamat pasti terjadi. Terlebih umat Islam, karena Allah Ta’ala telah berfirman dalam kitabnya bahwa kiamat pasti akan datang, tapi secara tiba-tiba. Dia hanya akan memberikan tanda-tandanya kepada manusia. Sayangnya, banyak dari kita tidak menyadarinya dan menganggapnya hanya angin lalu.

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS 7:187)

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang? (QS 47:18)


ungkin karena sudah bebalkita. Semua tanda-tanda yang nyata itu kita anggap hanyalah kejadian alamiah dari dunia tempat kita berpijak. Sebagian justru bergembira ria karena melesetnya ramalan sesat tersebut. Seperti kaum atheis amerika yang justru berpesta pora karena melesetnya ramalan pendeta sesat Harold Camping tersebut. Sebagian lagi yang tidak percaya berkumpul di luar markas Family Radio International milik Harold Camping di kawasan Oakland, California, ketika tenggat waktu ramalan berlalu.”Ini mungkin salah satu hal sedih yang saya pernah baca, kabar bahwa ada anak-anak di luar sana yang orang tuanya menghabiskan dana tabungan kuliah dan menjual rumah mereka,” kata seorang wanita kepada BBC.

Miris sekali. Akibat kejadian ini, pasti akan banyak orang yang semakin tidak percaya bahwa alam akan berhenti dan hancur. Apalagi ramalan pendeta ini di tahun 1994 juga pernah meleset. Alhasil, kejahatan akan semakin meraja lela, orang semakin lama akan semakin masa bodoh dengan tindak tanduk mereka. Dan mereka akan semakin merasa nyaman padahal Allah telah menjanjikan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba tanpa kita sadari.

Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya? (QS 12:107)

Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya. (QS 43:66)

Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu- raguan terhadap Al Quran, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat. (QS 22:55)


Mungkin ramalan-ramalan ini yang telah Allah ijinkan terjadi pada umat manusia. Akibat selalu meleset maka manusia semakin tidak peduli dengan hidup mereka. Yang penting senang. Hidup mewah. Dan peduli amat dengan orang lain. Semua kesalahan dan dosa yang dibuat tidak pernah dihiraukan. Kebahagian dunia selamanya tanpa peduli dengan masa setelah dia mati.

Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu. (QS 6:31)


Tapi sebagian lagi yang merana akan takdir kesusahan mereka, takdir kemiskinan mereka, takdir ujian berat yang selalu mendera mereka. Musibah yang silih berganti selalu menghajar mereka. Membuat mereka putus asa dan berharap Tuhan mengakhiri kegetiran hidup mereka dan memohon pengadilannya dipercepat karena kedengkian hati mereka terhadap kehidupan senang yang dialami orang lain.

Bukankah kita seharusnya bersyukur akan ujian kesulitan? Karena betapa banyak orang terlempar ke jurang kenistaan setelah Allah uji mereka dengan kesenangan. Harta yang berlimpah. Kedudukan yang tinggi yang dapat membuat mereka berlaku seenaknya. Tak pernah memikirkan tentang halal haram atau ridha tidaknya Tuhan pada kita. Padahal dulunya, ketika kemiskinan menjerat mereka. Kesulitan menghimpit mereka. Musibah silih berganti mendera mereka. Mereka selalu dapat bersabar. Tapi, kebanyakan dari kita selalu ingin semuanya berakhir. Do’a dan kesabaran yang kita azamkan justru berharap imbalan balasan kebahagiaan dari Allah Ta’ala atau karena keputus asaan kita maka kita memohon agar kiamat bisa dipercepat.

Sahabat, mari kita persiapkan segala perbekalan kita. Menyakinkan diri kita bahwa kiamat pasti terjadi seperti janji Allah dalam firman-firmannya. Meridhai segala apa yang telah Allah tetapkan kepada kita dan terus-menerus berbuat kebaikan agar Allah-pun meridhai kita.

Janganlah kita seperti hamba Allah yang suka membuat kerusakan. Seperti halnya pendeta Harold Camping yang sangat sok tahu dengan ramalan kiamatnya. Padahal seluruh utusan Allah-pun tidak pernah mengetahuinya. Karena memang pengetahuan tentang kiamat adalah haknya Allah dan hanya Dia-lah yang mengetahuinya.

Tidakkah pendeta sesat ini malu akan melesetnya ramalan kiamat di 1997 lalu. Apakah cukup dengan ngumpet seperti apa yang dilakukannya saat ini karena 21 Mei 2011 jam 18:00 tidak jadi kiamat seperti ramalannya. Tidakkah dia berfikir bahwa akan banyak orang yang mempercayainya telah kehilangan gairah hidup dan hilangnya keyakinan manusia akan adanya Tuhan. Tidakkah dia kasihan bahwa akan banyak orang yang mempercayainya akan mengalami depresi. Justru inilah tragedi terbesarnya.

Ketika kiamat benar-benar terjadi. Sekonyong-konyong membuat seluruh umat manusia panik bukan kepalang. Tidak ada ketakutan yang melebihi ketakutan saat kiamat terjadi.

Kengeriannya melebihi ketakutan penduduk Madinah di tahun 654 hijriah. Ketika muncul gempa dahsyat yang menggoyang tanah, dinding, atap dan pintu rumah mereka. Ketika setelahnya muncul bunga api yang begitu besar sebesar istana dan tingginya melebihi tiga menara dari arah timur Madinah di belakang Hera. Yang cahaya apinya melahap bukit-bukit yang digambarkan seperti unta kuning yang beriringan.

Keseramannya melebihi ganasnya gempa dan tsunami yang silih berganti di dunia ini. Aceh, Haiti, Jepang dan tempat-tempat lainnya.

Ketakutannya melebihi kengerian kita ketika melihat banyak manusia yang dibantai dengan sadis seperti di Ambon, Poso, Palestina, Irak, Afganistan, Libya, Mesir, dan tempat-tempat lainnya.

Apalagi yang membuat kita tidak yakin bahwa kiamat pasti akan terjadi, tapi terjadi bukan karena ramalan tolol dari seorang yang menganut agama palsu yang dibuat oleh Yahudi. Betapa malangnya mereka manusia yang tidak menyakini Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang tidak bersaksi bahwa Muhammad Rasulullah adalah Rasul terakhir yang diutus Allah untuk umat manusia, yang tidak mempercayai dan menyia-nyiakan firman Allah dalam kitabnya Al-Qur’an. Ya…. betapa malangnya mereka padahal bukti-bukti telah nyata. Dan informasi telah begitu terbuka. Tapi mereka lebih menyakini apa yang Tuhan mereka sendiri telah memberi peringatan :

Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (Al Qur’an, 4:171)

“Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.(QS. An-Nisa : 157)

“Tetapi, Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya . Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa : 158)


(source : ihwansalafy.wordpress.com/ blogtorik.com *di edit seperlunya )
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==