Syukur, Syukur dan Syukur

Alahamdulillah sampai saat ini kita masih diberi jatah udara segar. Udara yang gratis, tidak sepeserpun kita harus membayar. Luar biasa nikmat Allah begitu besar, bayangkan bila kita harus membayar setiap nafas yang kita hirup, dari mulai kita lahir sampai sekarang. Bagaimana dengan nikmat-nikmat yang lain?. Bandingkan dengan saudara-saudara kita yang terkena musiabah Subhanallah, sungguh besar dan luar biasa nikmat yang Allah berikan.

“Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu.”[al-Baqarah:152].

Tanyakan kepada diri sendiri sudah seberapa besar syukur kita kepada Nya bila dibandingkan dengan nikmat Nya. Kemudian bagaimana cara bersyukur atas segala nikmat dan karunia Nya.

Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah. Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.''

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Aldhuha [93]: 11).
Sudah barang tentu dari blog sederhana ini sudah banyak memberikan konstribusi dalam hal urusan isi kantong, maka seyogyanya tak pantas jika diri ini tidak pernah beryukur, Mudah-mudahan semakin banyak beryukur semakin banyak pula penghasilan online terus mengalir. Amin

Thanks For Mas awaludyn atas renungannya

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==