Maraknya Film HORNO ( Horor + Porno )

Sejak beberapa tahun yang lalu sampai sekarang sinetron horror yang berbau mistik marak diputar diberbagai stasiun TV swasta. Ketika sinetron mistik tsb makin marak, tokoh mastarakat dan ulama sempat melontarkan protes karena sinetron tsb dinilai tidak mendidik dan bisa merusak akidah umat Islam. Belakangan para produser film yang melihat peluang untuk meraih keuntungan berlomba-lomba untuk mengangkat film horror ke layar lebar. Tercatat ada beberapa film horror / mistik yang meraih sukses karena dibanjiri banyak penonton. Misalnya film kuntil anak, hantu jeruk purut, dll.

Selanjutnya mungkin karena persaingan yang makin ketat di antara para produser film mereka mulai membuat terobosan baru untuk memenangkan persaingan dalam membuat film. Caranya adalah dengan membuat film horror yang dikombinasikan dengan banyaknya adegan panas yang dinilai banyak pihak sebagai adegan porno.

Sejak dulu para produser telah memperhitungkan bahwa film dengan banyak adegan porno, selalu menjadi film yang laris ditonton. Dengan demikian walaupun film yang berisi banyak adegan porno banyak menuai kecaman dari berbagai pihak, mereka tetap saja bandel untuk memproduksi film-film seperti itu.

Mungkin keuntungan yang sudah pasti diperoleh dari film yang berisi banyak adegan porno dapat digambarkan dengan rumus sbb: porno = laris. Kepastian untuk mendapat keuntungan, membuat para produser film tertentu tetap bandel dan nekad untuk memproduksi film berbau porno.

Buktinya belum lama ini ada seoang produser film yang nekad mendatangkan Miyabi (Maria Ozawa), bintang film porno asal Jepang ke Indonesia untuk berperan dalam film yang mereka produksi. Setelah kedatangan Miyabi gagal karena protes keras banyak pihak, sang produser tetap nekat dan akhirnya berhasil mendatangkan Rin Sakuragi bintang film porno asal Jepang lainnya. Luar biasa, mungkin produser tsb berpegang pada prinsip: “PORNO TERUS PANTANG MUNDUR.”

Berbicara tentang larisnya film yang berisi banyak adegan porno, ternyata film yang bertema horror atau mistik juga selalu laris ditonton banyak orang, walaupun banyak pihak seperti orang tua, guru, dan ulama yang mengecam maraknya film mistik tsb yang dinilai tidak mendidik dan merusak akidah.

Kenyataannya sampai saat ini di tengah banyaknya kecaman tsb film-film mistik tetap saja diproduksi demi maraih keuntungan. Sepertinya para produser film berpegang pada prinsip: HOROR TERUS PANTANG MUNDUR. Mungkin keuntungan yang sudah pasti diperoleh dengan memproduksi film horror dapat diibaratkan sebagai rumus: Horor = laris

Seperti telah diuraikan di atas, tampaknya akhir-akhir ini produser film melihat peluang baru dalam meraih keuntungan. Caranya dengan membuat film yang isinya merupakan kombinasi dari film horror dan film berbau porno, yang saya singkat sebagai film horno (horror + porno).

Mungkin keuntungan yang sudah pasti diperoleh dengan membuat film horno tsb dapat diibaratkan dengan rumus sbb: Porno = laris, horror = laris. Jadi horror + porno = laris manis. Mengingat film semacam itu mugkin akan diharamkan oleh MUI maka rumusnya menjadi: horror + porno = laris + haram.

Biasanya seperti yang sudah-sudah para produser tidak begitu peduli dengan masalah haram atau tidak, yang penting fimlnya laris. Salah satu contoh dari film yang termasuk film horno dan laris di antaranya adalah film “Suster keramas.”

Dewasa ini ada lagi film horno yang akan diproduksi. Judulnya: “Hantu Puncak Datang Bulan.” Dari judulnya sudah dapat ditebak kandungan unsur mistiknya. Lalu di mana unsur pornonya ? Anda dapat membaca berita tentang film horno tsb di Kompas.com 28/1/10. Judul beritanya berbunyi: “ ADEGAN BUGIL ANDI DIBAYAR MAHAL.”

Salah satu isi beritanya berbunyi sbb: Artis Andi Soraya kembali beradegan panas di film terbarunya, Hantu Puncak Datang Bulan. Untuk bisa melakoni adegan itu, dia mengaku memang butuh keberanian.

"Memang di sini (film tersebut) banyak adegan syur, tapi saya kan pilih karena melihat jalan ceritanya juga yang sangat berbeda. Butuh keberanian," ucap Andi Soraya saat ditemui di Planet Hollywood, Jakarta, Kamis (28/1/2010).

Jika anda termasuk salah satu orang yang masih memiliki perhatian terhadap moralitas dan agama, anda perlu mencermati hal-hal sbb:

Pertama, adanya pengacauan pemahaman moralitas di mana suatu tindakan yang tidak tahu malu, dinilai sebagai keberanian.

Ke dua, scenario film sepertinya di nilai lebih layak untuk diikuti dibanding dengan kitab suci.

Ke tiga, berhati-hatilah jika anda atau anak-anak anda memilih seorang idola. Popularitas dan kecantikan tidak cukup untuk dijadikan criteria dalam memilih idola. Orang yang dijadikan idola biasanya akan dijadikan contoh. Pikirkanlah akibatnya jika orang yang diidolakan itu adalah orang yang berperilaku buruk seperti tidak tahu malu, tidak merasa bersalah menjalani hidup tanpa nikah, terlibat narkoba, hobi kawin cerai, dll.

dikutip dari salah satu group difacebook
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==