Kehilangan Arah

Coba bayangkan seandainya malaikat Jibril turun lagi kedunia dan menjumpai kita seraya berkata, “Aku di utus Tuhan menjumpaimu. Bermohonlah segera kepada-Nya, karena apapun permintaanmu saat ini pasti akan di kabulkan-Nya.” Tentunya lkesempatan langka seperti di atas jangan sampai kita lewatkan begitu saja. Kita harus minta sesuatu yang paling istimewa, yang paling puncak. Lalu apa yang akan kita minta? Rasanya tidak salah kalau kita meminta agar di dunia ini bahagia dan di akhirat nanti masuk Surga. Atau mungkin ada permintaan yang lebih hebat dari ini? Ilustrasi di atas sebenarnya hanya ingin mengemukakan bahwa apa yang ingin di raih oleh semua orang di dunia ini sesunguhnya adalah kebahagiaan; bukan harta atapun pangkat orang akan memilih miskin tetapi hidup bahagia dari pada kaya tapi hidup sengsara. Dan demikian juga orang akan memilih menjadi pegawai kecil tapi bahagia dari pada menjadi direktu tapi sengsara. Dengan demikian jelas bahwa kita hidup di dunia untuk mencari kebagahiaan itu tidak tergantung materi, apapun bentuknya. Tetapi kebahagiana itu tergantung dari kekayaan batiniah. Yang semua orang mempunyai potensi untuk dapat memilikinya dengan sama.
Lalu bagaimana caranya untuk mendapatkan kebahagiaan itu? Nampaknya tidak ada caralain selain memperkaya jiwa kita dengan keyakinan yang sehat, yaitu keyakinan yang Qur’ani. Walapun kita sudah sadar bahwa kebahagiaan itu hanya dapat diperoleh melalui kekayaan yang Qur’ani, tetapi mengapa kita masih menghabiskan sebagaian besar waktu kita hanya untuk mengumpulkan materi saja? Bukankah dengan hal ini kita sudah kehilangan arah? Kenapa waktu yang tersedia selama ini tidak kita bagi dua ? yaitu sebagian untuk mengumpulkan materi dan sebagaian lagi digunakan untuk MengumpulkaN keyakinan yang Qur’ani? Nampaknya kita harus berani banting stir. Kalau selama ini kita hanya mau menghadiri pengajian bila kebetulan punya waktu luang saja, maka sekarang kita harus mempunyai jadwal pengajian yang tetap dan tega menolak acara lain yang bentrok dengan jawdal itu.
Memang tidak mudah menjalankan dan membagi waktu kita untuk soal agama. Namun jika kita mau insyaAllah kita bisa. Mulalah saat ini karena Harapan itu Masih ada.
Semoga bermanfaat

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==