Sedemikiankah Optimis Kita ?

Rasanya semua manusia mempunyai tujuan puncak yang sama, yaitu ingin tinggal di surga. Dan juga rasanya manusia dalam hati kecilnya akan mengakuai , bahwa surga itu bukanlah sesuatu yang dapat di peroleh dengan begitu saja. Gampangnya, surga atau neraka itu akan ditentukan oleh posisi timbangan pahala dan dosa kita. Pahala dapat kita cari, bila kita mau. Dan dosa juga bisa kita hilangkan, tentu juga kalau kita mau. Tuhan tidak pernah menutup pintu keduanya selama hayat kita masih di kandung badan.

Salah satu manusia yang pasti masuk surga adalah nabi Muhammad saw. Bahkan tidak di ragukan lagi, beliau akan menempati puncaknya surga. Hal ini diberitahukan oleh Allah kepadanya ketika beliau masih hidup. Ada sesuatu hal yang menarik di sini. Meskipun posisinya nanti di akhirat sudah sedemikian jelasnya namun Muhammad saw. Tidak pernah lengah, ia selalu mengutamakan amal soleh daripada menceburkan dirinya pada kenikmatan duniawi, yang kalau ia mau dengan mudahnya akan ia dapatkan.

Barang kali kita merasa atau berdalih bahwa diri kita bukan nabi, sehingga mustahil kita mampu beramal soleh seperti apa yang di lakukan oleh Muhammad saw. Tetapi ada satu kebiasaan yang dilakukan oleh orang yang sudah di janjikan surga untuknya itu yang pasti mampu kita lakukan, yaitu memohon ampun ! ya demikianlah Muhammad saw. Meskipun surga sudah berada di tangannya, beliau dalam sehari semalam memohon ampun kepada Allah tidak kurang dari 100 kali (!). lalu bagaimana dengan kita ? sedemikian optimisnyakah kita kelak akan memperoleh surga, sehingga kita terlupa ( atau enggan?) untuk memohon ampun kepadaNya?

Rasulullah saw berasbda :
“ Yang baik di antara kamu adalah yang sering tergoda tetapi selalu bertaubat,
selalu kembali kepada Allah dengan perasaan menyesal atas dosanya dan dengan di sertai istigfar “

Hendaknya kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepadaNya.
( jika kamu mengerjakan yang demikian ), niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada batas yang telah di tentukan…
(Hud (11) :3 )


Di ambil dari : Buku bahan renungan Qalbu

Semoga tulisan di atas dapat memotovasi kita untuk selalu meminta Ampun kepada Allah…
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==