Bermental Sehatkah Kita?

Apakan kita sering mengalami hal seperti ini di kehidupan sehari-hari kita? coba bayangkan meskipun ketika orang itu sudah terjatuh tetapi ia masih mengatakan, “untung jatuhnya tidak di tempat yang becek” atau juga sudah jelas orang itu jatuh sampai langsung meningal dunia ketika ketabrak kereta api, tapi orang-orang di sekelilingnya mengatakan “ Untung ia meninggal kalau tidak tentu hidupnya akan merana! ” Ironisnya perkataan “UNTUNG” ini keluar hanya ketika orang menerima musibah, dan jarang tercetus di mulut kita ketika menerima nikmat.
Cotohnya
suatu waktu kita menerima hadiah uang sebesar lima juta, sedangkan teman kita menerima sepuluh juta, maka jarang sekali terdengar perkataan syukur, tetapi biasanya kita dengan nada kecewa berkata “ koq saya menerima lebih sedikit? ” seolah-olah nikmat yang baru di terima itu berubah menjadi musibah !
Kenapa kita tidak membanggakan jiwa kita sehingga kita tidak hanya pandai berpikir positif pada saat menerima musibah saja, tetapi kita mampu juga berpikir positif pada saat kita menerima nikmat.
Bukankah Allah berjanji akan menambahkan nikmatnya bila kita pandai bersyukur?



Semoga kita menjadi manusia yang bermental sehat, dan semoga juga kita menjadi manusia yang pandai bersykur dalam menerima segala nikmatNya. Amin.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==