Kulit atau Isi?

Bila kita lihat fenomena yang terjadi alam ini, seringkali kita terkecoh, bahkan tertipu oleh pemandangan sesaat. Contoh suatu waktu kita kagum dengan kecantikan seorang wanita dan rasanya ingin memilikinya. Tetapi akhirnya kita menyadari bahwa ternyata si wanita tersebut adalah wanita penghibur yang tidak layak di jadikan pendamping hidup kita. Sebenarnya banyak contoh-contoh yang serupa seperti itu. Ya begitulah mungkin sifat dasar manusia, ia lebih mampu menangkap yang tersurat dari pada yang tersirat.

Dalam menjalani ajaran agama, hal demikian tampaknya terjadi juga. Contoh ada yang tertarik terutama mengikuti apa yang di lakukan Nabinya secara lahiriah, misalnya dengan meniru cara berpakaian atau penampilannya; atau selalu memakan makanan kesukaan Nabinya. Tetapi ada juga yang tidak mementingkan penampilan lahiriah Nabinya, melainkan mereka mengikuti makna ajaranya. Dengan demikian masalahnya sekarang adalah serupa dengan masalah memilih kulit atau isi?
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali masalah kulit atau isi ini muncul. Nah sekarang maslahnya adalah kita mampu atau tidak selalu konsisten dengan pilihan kita, Kulit atau Isi…?
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==