Memaknai Jiwa Besar

Tidak ada ketangguhan, melebihi sifat berlapang hati menerima setiap peristiwa yang terjadi dengan tanpa berkeluh kesah. Bahkan ketangguhannya semakin meningkat ketika peristiwa yang terpahit sekalipun mampu diolahnya menjadi sebuah semangat baru untuk karya dan prestasi yang baru. Untuk siapa pun sifat luhur ini harus mengejawantah dengan baik. Karena itulah tanda seseorang memiliki jiwa besar.
Bahwa kita pasti kecewa dengan hasil yang telah dicapai, itu manusiawi. Artinya, perasaan tidak menerima kekalahan, lebih-lebih telah berusaha secara maksimal, masih bisa ditoleransi. Asalkan tidak berubah menjadi anarkis, di mana ditumpahkan dalam bentuk balas dendam yang mencederai fisik dan hingga menghilangkan nyawa. Ketangguhan seseorang terletak pada jiwanya yang besar. Mau menerima kekalahan dan mengakui keunggulan lawan.
Lalu apa saja ciri seseorang itu berjiwa besar:
1. Tercermin dari raut wajahnya. Salah satu anggota tubuh manusia yang tidak bisa dibohongi dan mudah dikenali adalah raut muka. Karenanya penilaian apakah seseorang itu berjiwa besar, akan mudah dilihat dari mimik mukanya. Jangan lupa gambaran hati tercermin dari mukanya. Muka yang berseri dan tetap menyunggingkan senyuman, bertanda hatinya tetap senang. Dan begitu juga sebaliknya, muka yang tampak cemberut, nekuk, merah dan marah, serta hambar bertanda hatinya tidak menerima keadaan.
2. Terlihat dari olah dan gerak tubuhnya. Tubuh kita ini ibarat sebuah buku. Mudah untuk dipelajari dan dibaca. Jika setelah pertandingan atau pengumuman sebuah kejuaraan, tubuhnya dihadapkan dan menjulurkan tangan salam persahabatan, bahkan menjabat tangan lawannya, pertanda hatinya lapang dan menerima kelalahan dengan sportif.
3. Tapi jika kemudian berbalik badan dan berlalu begitu saja, atau menampakkan isyarat tertentu, seperti bertingkah, mohon maaf, seperti monyet, badan dibungkuk-bungkukkan dengan mulut dikedepankan, itu pertanda sebuah pelecehan. Dan artinya hatinya diliputi rasa dendam, tidak siap menerima sebuah kekalahan.
4. Tampak dari tutur katanya. Selepas pengukuhan juara, sebagai pihak yang kalah, meluncur dari mulutnya kata-kata pujian dan apresiasi terhadap sang juara. Ada ucapan selamat keluar dari mulutnya.

Orang yang memiliki jiwa yang besar adalah orang-orang yang berakhlak dengan akhlak yang tinggi. Mereka yang berjiwa besar adalah mereka meninggalkan akhlak-akhlak yang rendah serta perkara-perkara yang hina. Mereka yang bukan berjiwa kerdil yang jika dipuji senang dan apabila dicela dia marah. Bukan yang memutuskan hubungan karena tidak senang, tersinggung, jengkel dan marah.
Orang yang berjiwa besar adalah mereka yang jika dikritik menerima. Apabila dihina, dilecehkan, diintimidasi, membalasnya dengan mengingatkannya dan lalu memaafkan. Mereka yang awalnya lawan jadi kawan.
Orang yang berjiwa besar adalah orang-orang yang selalu berusaha melepaskan ikatan-ikatan ‘hitam’ yang melingkupi jiwanya. Seperti, sombong, riya, hasud, dengki, iri hati, pemarah, mudah emosi, cepat tersinggung, dan pendendam.

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==