8 PANDUAN RAMADHAN


Pada bulan Ramadhan Puntu Jannah di buka lebar-lebar dan pintu neraka di tutup rapat-rapat, setan-setan di belenggu dan dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yang mana LAILATUL QADR, mudah-mudahan dengan delapan panduan Ramadhan ini kita mendapatkan siyam dengan sempurna dan bisa mendapatkan LAILATUL QADR, berikut delapan panduan Ramadhan :

1. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN
Keutamaan beramal di bulan ramadhan antara lain amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
Menjadikan bulan ramadhan memintakan syafaa’t.

2. RUKUN PUASA
a. Berniat sejak malam hari
b. Menahan makan, minum, koitus ( Jima’) dengan istri di siang hari sejak terbit matahari sampai terbenamnya matahari ( magrib )

3. YANG DI WAJIBKAN PUASA RAMADHAN
Yang wajib puasa Ramadhan adalah setiap orang beriman baik lelaki maupun perempuan yang sudah balig/dewasa dan sehat akal/sadar.

4. YANG DILARANG PUASA
Wanita yang sedang haid dilarang puasa sampai habis masa haidnya, lalu melanjutkan puasanya, diliar Ramadhan ia wajib mengqhada puasa yang ditinggalkannya selama dalam haidh.

5. YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RMADHAN
Orang mu’min yang diberi kelonggaran memperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadhan, tetapi wajib mengqhada dibulan lain, mereka itulah :
- Orang sakit yang masih ada harapan sembuh
- Orang yang bepergian (musafir) Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.
- Orang mu’min yang diberi kelonggaran untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib menghada, tetapi wajib membayar fidyah ( memberi makan sehari seorang miskin).
Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena :
- Umur sangat tua dan lemah
- Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya. Karena mengandung dan khawatir kesehatan dirinya.
- Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
- Orang yang sehari-harunya kerja berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.

6. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA
- Sengaja makan minum di siang hari
- Bila lupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa.
- Sengaja membuat muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.
- Pada siang hari terbetik untuk berbuka.
- Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa: memerdekakan seorang hamba sahaya, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.
- Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu magrib )

7. HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA
- Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
- Menta’khirkan mandi junub setelah adzan subuh.
- Berbekam pada siang hari.
- Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.
- Bersiwak (menghirup air kedalam hidung) terutama bila akan wudhu, asal tidak dikuatkan menhidupnya
- Disuntik disiang hari
- Mencicipi makanan asal tidak ditelan

8. ADAB PUASA RAMADHAN
- Berbuka apabila sudah masuk waktu magrib, sunah berbuka adalah sebagai berikut :
Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat magrib dengan makan yang ringan seperti kurma, air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat magrib. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan shalat dahulu, setelah berbuka berdo’a dengan sbb: Artinya “ telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah.
- Makan sahur, adab-adab sahur
a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati shubuh.
b. Apabila pada pada tengah makan atau minum sahur lalau mendengar adzan shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan ditengah sahur karena sudah masuk waktu shubuh. * Imsak tidak ada sunahnya dan tidak pernah diamalkan pada zaman sahabat maupun tabi’in.

- Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadakah, banyak menolong) dan banyak membaca Al-Qr’an
- Menegakan shalat melam/shalat tarawih dengan berjama’ah. Dan shalat tarawih ini lebih digiatkan lagi pula pada sepuluh malam terakhir (20 hr, sampai hari akhir Ramadhan )
- Berusaha menempati lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir, terutama malam-malam ganjil bila dirasakan menempati lailatul qadr hendaknya labih giat.
- Mengerjakan I’tikaf pada sepuluh malam terakhir.
Cara I’tikaf :
a. Setelah shalat subuh lalu masuk ketempat I;tikaf di masjid
b. Tidak keluar dari tempat I’tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak.
c. Tidak mencampuri istri dalam I’tikaf
- Mengerjakan Umrah
- Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran.

Sumber : DPC PKS Pancoran Mas - Depok

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==