Kisah Pohon Jati & Pohon Kecabeling

Di sebuah padang yang luas, ada sepohon kayu yang sangat besar dan tinggi. Orang menyebutnya dengan nama pohon jati. Di sebelahnya sebatang pohon kecil yang rendah dan tidak rindang. Namanya pohon kecabeling.
Pada suatu hari angin bertiup dengan kencangnya. Sang jati besar yang tegap itu tidak bergoyang sedangkan si kecabeling yang kecil itu bergoyang hebat, meliuk ke kanan dan kiri.
“Mengapa kamu tidak bisa berdiri tegap seperti aku?” tanya jati dengan sombongnya.
“Aku tidak sekuat kamu. Aku pohon kecil yang lemah,” jawab kecabeling dengan goyangan khasnya. Terutama saat angin datang membelainya.
“Ya, kamu memang lemah. Aku lebih kuat dan perkasa dari kamu. Bahkan aku banyak menyumbangkan manusia kayu yang sangat mahal,” sungut cemara dengan angkuh.
Si kecabeling tertunduk lesu. Tapi hatinya masih tetap menyimpan keyakinan bahwa dirinya dalam satu hal lebih unggul dari pohon jati. Tidak lama kemudian, angin ribut, khas putting beliung menyapu dan mencabut akar jati itu. Ia pun tumbang tanpa bisa bangkit kembali.
Awalnya si kecabeling hendak menertawakan jati yang tumbang. Tapi segera sadar bahwa dirinya juga tidak sempurna. Kalau jati tumbang, dirinya hanya rusak sedikit. Ia tidak tumbang. Merenung sudah si kecabeling ini. Ternyata memang Tuhan telah menciptakan segala sesuatunya sesuai dengan kadar dan takaran kekuatan masing-masing.
---------------------------------------------
Bagaimana pendapat anda, setelah membaca kisah di atas. Malu bukan..? sudah membusungkan badan, membesarkan dan menyombongkan diri, akhirnya harus berbalik kenyataan. Sehebat-hebatnya anda, tidak akan mencapai kehebatan yang sempurna. Karena yang sempurna hanya milik Tuhan. Sifat sombong tidak boleh bersemayam pada hati kita. Cukup Tuhan yang pantas untuk sombong.

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==