Adakah orang yang akan mendo'a kan kita ...?

Begini Kawan..! Tulisan ini saya dapat dari sebuah milis yang saya ikuti, setelah saya baca ternyata artikel ini membuatku merasa miris hati ini, Kenapa Miris..? begini kalau seandainya (bukan berandai-andai loh ) Saya terkena musibah; entah apa, apakah ada yang mau do'ain saya ya..? atau bisa-bisa nggak ada yang mau do'anin, seperti yang diceritakan dalam artikel ini.. knapa bisa..? mau tau kanapa..?
berikut ulasanya
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya kena stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang2 t'lelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh Malaikat menghampiri si pengusaha yang t'baring tak berdaya.
Malaikat m'mulai pembicaraan " klo dalam waktu 24jam ada 50 org b'doa buat kesembuhanmu, makan kau akan hidup kembali, namun sebaliknya jika dalam 24jam jumlah yang aku tetapkan belum t'penuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!".

"Kalau hanya 50 org, itu mah gampang euy...." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat 1 jam sebelum waktu yang di t'tukan, Malaikat kembali mengunjunginya, dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi saya sudah pulih? Pastilah banyak yang berdo'a buat saya, jumlah karyawan yang saya punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdo'a pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdo'a buatmu, tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdo'a buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdo'a buat kesembuhanmu"
Tanpa menunggu reaksi dari pengusaha, si Malaikat menunjukan layar besar berupa TV, siapa 3 orang yang berdo'a buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil. Putra putrinya yang berdo'a dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, " Aku akan m'beritahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena do'a istrimu yang tidak putus2 berharap akan kesembuhanmu" .

Kembali terlihat dimana si istri sedang ber'doa, "Tuhan, hamba tahu kalau selama hidupnya suami hamba buakanlah suami atau ayah yang baik! Hamba tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, hamba tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangannya, itu hanya untuk popularitasnya saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak2 yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka msih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri".

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.
Melihat peristiwa itu, tanpa terasa air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang bisa menjadi contoh bagi anak2nya.
Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak2 padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 manit ada yang berdo'a 47 orang!

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdo'a buatku?"...

Jawab si Malaikat, Ada beberapa yang berdo'a buatmu, tapi mereka tidak Tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau telah tega memecat karyawan yang tidak bersalah". Si pengusaha b'tambah lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukan kalau 24jam telah datang, tiba2 si Malaikat berkata, "Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu! !.. Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdo'a buatmu tepat di waktu ke 24jam".
Dengan heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan? Kata si pengusaha pelan. "Benar Anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri".

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak2 panti asuhan itu sepakat berdo'a buat kesembuhanmu" . Mendengar itu si pengusaha tak mampu smua perasaannya dan............

pesan:

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban
untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdo'a bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan do'a dari orang2 yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.
sumber milis E-Kebumen.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==